PROSES BIMBINGAN AKADEMIK YANG DITERAPKAN PADA AKPER TEUNGKU FAKINAH BANDA ACEH
• Proses bimbingan akademik yang diterapkan pada AKPER TEUNGKU FAKINAH BANDA ACEH adalah sebagai berikut :
No | Hal | Penjelasan |
1. | Tujuan pembimbingan | Pembimbingan akademik dilakukan dengan tujuan membantu mahasiswa memecahkan masalah yang timbul dalam proses pendidikannya yang bersifat akademik maupun non akademik, dan mengarahkan mahasiswa untuk dapat menyelesaikan pendidikannya dengan hasil sebaik mungkin sesuai dengan bakat dan kemampuannya dan tepat pada waktunya. Kegiatan pembimbingan akademik dilakukan dengan cara tatap muka langsung dengan dosen ataupun melalui Siakad Akademik yang bisa diakses melalui website https://simptdosen.akpertgkfakinah.ac.id/ Pengisian KRS dilakukan melalui sistem online sehingga memudahkan dosen dan mahasiswa untuk kegiatan pembimbingan akademik serta informasi tentang matakuliah baik nilai matakuliah, jumlah SKS yang diberikan, mata kuliah yang ditawarkan, dan informasi-informasi lainnya seputar akademik mahasiswa. Setelah mahasiswa mengisi KRS, mahasiswa bisa mencetak KRS dan bertemu dosen pembimbing akademik untuk ditandatangani. |
2 | Pelaksanaan pembimbingan | Setiap awal tahun Akademik dosen akan ditunjuk dan diberikan surat tugas sebagai pembimbing akademik yang berlaku satu semester dan dilampirkan daftar peserta bimbingan akademik dan surat tugas ini langsung ditandatangani oleh Direktur Akper Teungku Fakinah. Pertemuan/konsultasi mahasiswa dan pembimbing akademik dilaksanakan minimal 4 kali, yaitu, pada saat pengisian KRS, , evaluasi tengah semester, dan Keluar KHS (Kartu Hasil Studi) saat jika diperlukan mahasiswa sewaktu-waktu juga dapat mengadakan pertemuan khusus/incidental. Pelaksanaan pembimbingan akademik dapat diperinci sebagai berikut: 1. Pada saat Pengisian KRS a. Evaluasi belajar pada semester-semester sebelumnya menyangkut kompetensi yang telah dicapai dan perbandingan dengan target yang telah disepakati sebelumnya. b. Membantu menyelesaikan masalah-masalah studi mahasiswa, antara lain bersama-sama mencari alternatif solusi, mendiskusikan solusi yang akan diambil, memotivasi, dan memberikan rekomendasi penguasan skill baru. c. Perencanaan studi menyangkut kompetensi yang akan dicapai, beban studi dan pemilihan matakuliah, dan penetapan target-target dalam satu semester. 2. Pada saat Evaluasi Tengah Semester a. Evaluasi hasil belajar selama setengah semester dengan mencermati pencapaian kompetensi dengan melihat hasil ujian tengah semester dan mendiskusikan kesulitan studi beserta solusinya. b. Pemberian motivasi. 3. Pada saat Keluar Hasil Studi (KHS) Pada tiap akhir semester mahasiswa akan mendapatkan Kartu Hasil Studi semester yang berisi hasil evaluasi studi pada semester yang bersangkutan serta Indeks Prestasi yang dicapainya. Sebagai pedoman perencanaan studi, khususnya untuk pengambilan kredit pada semester berikutnya. KHS dapat digunakan oleh Pembimbing Akademik untuk memantau perkembangan prestasi mahasiswa yang diasuhnya. Sebelum KHS dicetak maka KHS dapat dilihat pada Sistem Informasi Kampus pada waktu pengisian KRS. 4. Pertemuan Insidentil Pertemuan insidentil diadakan jika dipandang perlu oleh mahasiswa atau dosen pembimbing akademik terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani. |
3 | Masalah yang dibicarakan dalam pembimbingan | Segala kegiatan yang berkaitan dengan proses akademik mahasiswa dan non-akademik jika mahasiswa membutuhkan pandangan dan nasihat dari pembimbing akademik, yang berguna untuk mengembangkan potensi diri dan kehidupan sosial dalam bermasyarakat. |
4 | Kesulitan dalam pembimbingan dan upaya untuk mengatasinya | Beberapa kesulitan dalam pembimbingan akademik adalah: 1. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam penyesuaian dengan lingkungan baru di kampusnya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan ini adalah dengan memberikan pandangan-pandangan dan informasi positif bagi mahasiswa tersebut untuk dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan kampus, hal ini biasanya dialami oleh mahasiswa baru dan pindahan. 2. Mahasiswa mengalami depresi atau kehilangan semangat belajar, dikarenakan masalah akademik ataupun non akademik yang dihadapinya. Upaya untuk mengatasi hal ini adalah dosen pembimbing akademik harus mampu memotivasi dan mengembalikan semangat belajar mahasiswa tersebut dengan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. |
5 | Manfaat yang diperoleh mahasiswa dari pembimbingan | Mahasiswa dapat lebih tepat dalam memilih matakuliah selanjutnya sesuai IP mahasiswa yang bersangkutan. Memotivasi mahasiswa dalam hal peningkatan Indeks Prestasi Akademik sehingga dapat menyelesaikan masa studi tepat waktu. |
